Rabu, 12 September 2007





Foto To Link













Selasa, 11 September 2007

ESKUL SMP PR 1

LIVE SKIL SMP PR 1

OSIS SMP PERGURUAN RAKYAT 1

SMP PR I NEWS

KURIKULUM SMP PERGURUAN RAKYAT

SEKOLAH-SEKOLAH PERGURUAN RAKYAT

SEKOLAH-SEKOLAH PERGURUAN RAKYAT

1. Taman Kanak-Kanak Jl. Waringin 14, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur

2. SD 2 (Disamakan) Jl. Kampung Melayu Kecil I/38, Tebet, Jakarta Selatan

3. SD 3 (Disamakan) Jl. Waringin 14, Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur

4. SD 4 (Disamakan) Jl. Pahlawan Revolusi No.12, Pd. Bambu Jakarta Timur

5. SMP 1 (Disamakan) Jl. Yon Zikon 14, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

6. SMP 2 (Diakui) Jl. Kampung Melayu Kecil I/38, Tebet, Jakarta Selatan

7. SMP 3 (Diakui) Jl. Pahlawan Revolusi No.12, Pd. Bambu Jakarta Timur

8. SMA 1 (Terakreditasi A) Jl. Yon Zikon 14, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

9. SMA 2 (Terakreditasi A) Jl. AD. Lampiri No.28, Pondok Kelapa, Jakarta Timur

10. SMA 3 (Terakreditasi A) Jl. Pahlawan Revolusi No.12, Pd. Bambu Jakarta Timur

11. SMK (Terakreditasi B) Jl. Yon Zikon 14, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan




STRUKTRUR ORGANISASI SMP PERGURUAN RAKYAT 1

1. Kepala Sekolah : Djoko Santoso, B.Sc

2. Wakil Kepala Sekolah : Drs. Syaiful Mahdi

3. Ketua Pelaksana : Endang Sulaiman, S.Pd

4. Wakil Ketua Pelaksana : Ir. Arman

5. Sekretaris : Dedi Ardiansyah

6. Bendahara : Sri Astuti, S.Pd

7. Guru Pemandu/Fasilitator : - Dra. Sri Muljani

- Yenides

- Achmad Dwi Nanto

- Tugiman, S.Pd

- Taufik Liestyono, SE

- Jayanthi Werdiningsih, S.Pd

8. Sekretariat : Staf TATA USAHA

9. Pembantu Umum : OSIS SMP "PERGURUAN RAKYAT" 1

10. Keamanan : SATPAM & YON ZIKON 14

TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Sungguhpun usaha ini secara umum merupakan tugas sosial tetapi dalam kenyataannya untuk dapat menyelenggarakan pendidikan secara mandiri, bermutu dan ciri khas yang aspiratif diperlukan biaya yang cukup tinggi agar dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan disamping kepedulian terhadap keluarga yang tidak mampu dengan memberikan keringanan sampai dengan pembebasan uang sekolah, uang pangkal dan lain-lain.

MUTU PENDIDIKAN

Untuk menunjang kemandirian jangka panjang, sekolah-sekolah Perguruan Rakyat dituntut mutu yang tinggi mencakup mutu proses belajar maupun tamatannya.

CIRI KHAS SEKOLAH PERGURUAN RAKYAT

Ciri khas sekolah-sekolah Perguruan Rakyat merupakan daya tarik sendiri bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan. Ciri khas tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang dilayani dan menampung aspirasi masyarakat yang berbeda-beda. Ciri khas tersebut diharapkan memberi nilai tambah yang berupa keunggulan-keunggulan dalam bidang akademis dan ketrampilan serta selalu dikaitkan dengan agama, kebudayaan dan lain-lain untuk menyongsong Era Globalisasi. Untuk itu penyelenggara sekolah-sekolah Perguruan Rakyat harus berpikir dinamis.

VISI DAN MISI SMP PERGURUAN RAKYAT

VISI PERGURUAN RAKYAT

Visi Perguruan Rakyat adalah :

"Suatu pegangan yang mampu memberi arah bagaimana sekolah-sekolah Perguruan Rakyat akan memberdayakan dirinya dalam menghadapi tantangan perubahan dan merupakan petunjuk jalan serta arah bagi segenap jajaran Perguruan Rakyat dalam menyongsong masa depan".

Oleh karena itu Visi Pendidikan pada Perguruan Rakyat harus mampu :

1. Menumbuhkan komitmen serta mampu memotivasi sekolah-sekolah Perguruan Rakyat untuk mengembangkan dirinya.

2. Membuat kehidupan sekolah-sekolah Perguruan Rakyat lebih bermakna dan terarah.

3. Menimbulkan standarisasi operasional pendidikan sekolah-sekolah Perguruan Rakyat yang prima dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

4. Meningkatkan mutu sekolah-sekolah Perguruan Rakyat untuk tetap mampu berdaya saing.

5. Menjembatani masa kini dan masa depan. Memberikan gambaran dan arah yang jelas bagi sekolah-sekolah Perguruan Rakyat dimasa yang akan datang ( misal tahun 2003, 2008, 2010 atau 2020)



MISI PERGURUAN RAKYAT

1. KEMANDIRIAN

Diharapkan sekolah-sekolah Perguruan Rakyat dapat mandiri baik dalam penyelenggaraan pada umumnya maupun pada pengelolaan (manajemen) sekolah pada khususnya dengan berpegang pada peraturan dan perundangan yang berlaku. Penyelenggaran adalah mekanisme keseluruhan yang menjadi tanggung jawab Yayasan sedangkan pengelolaan (manajemen) adalah mekanisme kerja dalam lingkup yang lebih sempit yang menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Untuk dapat mempertahankan kemandirian baik dari aspek sumber daya maupun aspek edukatif penyelenggara sekolah-sekolah Perguruan Rakyat perlu memiliki sumber daya manusia yang handal, pengelolaan yang kompetitif, kemampuan finansial yang kuat dan didukung secara berkesinambungan oleh orang tua siswa.


2. MUTU

Untuk menunjang kemandirian jangka panjang, sekolah-sekolah Perguruan Rakyat dituntut mutu yang tinggi mencakup mutu proses belajar maupun tamatannya

3. CIRI KHAS

Ciri khas sekolah-sekolah Perguruan Rakyat merupakan daya tarik sendiri bagi masyarakat pengguna jasa pendidikan. Ciri khas tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat yang dilayani dan menampung aspirasi masyarakat yang berbeda-beda. Ciri khas tersebut diharapkan memberi nilai tambah yang berupa keunggulan-keunggulan dalam bidang akademis dan ketrampilan serta selalu dikaitkan dengan agama, kebudayaan dan lain-lain untuk menyongsong Era Globalisasi.

Untuk itu penyelenggara sekolah-sekolah Perguruan Rakyat harus berpikir dinamis.

4. TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Sungguhpun usaha ini secara umum merupakan tugas sosial tetapi dalam kenyataannya untuk dapat menyelenggarakan pendidikan secara mandiri, bermutu dan ciri khas yang aspiratif diperlukan biaya yang cukup tinggi agar dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan disamping kepedulian terhadap keluarga yang tidak mampu dengan memberikan keringanan sampai dengan pembebasan uang sekolah, uang pangkal dan lain-lain.

SENDI SENDI PERGURUAN RAKYAT

SENDI-SENDI PERGURUAN RAKYAT

Sendi-sendi Perguruan Rakyat adalah dasar Pendidikan Nasional Perguruan Rakyat yang ditetapkan pada musyawarah antar sekolah-sekolah Perguruan Rakyat di Jakarta pada tahun 1935 di Gedung Kramat Raya 174, antara lain :

1. Kebangsaan Indonesia, menyatukan dunia pemuda dengan dunia yang lebih besar, yaitu masyarakat yang bersemangat dan insaf tentang kebangsaan Indonesia.

2. Pendidikan Jasmani, yang tidak saja memperkuat sifat-sifat yang mulia, sifat keperwiraan, ksatria, pendek kata sifat-sifat sportif.

3. Pembentukan Watak, yang unsur-unsurnya terdiri dari ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, spiritual, kecakapan, tahu harga diri, kewajiban, kekuatan sendiri dan kekuatan rohani.

4. Pendirian dan Pengetahuan, yang berdasarkan kenyataan.

5. "Haluan Hidup", yang bersemangat kemajuan dengan menghargai kebajikan dahulu dan sekarang.

6. "Pendidikan Masyarakat", ialah usaha menghubungkan anak didik dengan masyarakat, dengan jalan menghidupkan rasa cinta tanah air dan bangsa.


ARTI LAMBANG PERGURUAN RAKYAT

ARTI LAMBANG PERGURUAN RAKYAT

Lambang Perguruan Rakyat diciptakan oleh E. Adirza Hendrabudy, pada tahun 1970 dalam memperingati HUT Perguruan Rakyat ke-42.

Arti lambang Perguruan Rakyat

- Dasar berbentuk Perisai melambangkan kekuatan hidup, berkas-berkas sinar diartikan hidup bahagia

- Dian/Pelita melambangkan penerang/pembimbing

- Buku artinya sumber menuju cita-cita, terbuka berarti bangkit/bangun

- Padi melambangkan hasil/karya para siswa untuk dibaktikan bagi negara

11 berkas cahaya, 12 lembar buku dan 28 bulir padi melambangkan lahirnya Perguruan Rakyat yaitu : 11 Desember 1928

LINTAS SEJARAH VOLKSUNIVERSITEIT

SEKOLAH NASIONAL PERTAMA DI INDONESIA

Berdasarkan SK Gubernur KDKI Jakarta

No.Cb.11/1/12/72, 10 Januari 1972

Perguruan Nasional pertama di Indonesia, itulah Perguruan Rakyat, disingkat PR. Perguruan ini berdiri pada tanggal 11 Desember 1928.

Sudah sejak dini para pejuang kemerdekaan menyadari pentingnya sekolah nasional bagi pembinaan bangsa Indonesia. Yang dinamakan sekolah nasional adalah sekolah yang diselenggarakan oleh Rakyat Indonesia sendiri, dan mengabdi kepada kepentingan Rakyat Indonesia. Ini berlainan dengan sekolah kolonial yang diselenggarakan oleh penjajah, dan mengabdi kepada kepentingan penjajah pula. Itu sebabnya sesudah 20 Mei 1908 --- tanggal berdirinya Boedi Oetomo, yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional, --- oleh para pejuang banyak didirikan sekolah nasional : Sekolah Muhammadiyah di Yogyakarta (1912), Institut Boedi Oetomo di Blora (1917), Sekolah Sarekat Islam di Semarang (1921), Sekolah Adhi Dharma di Yogyakarta (1921), National Onderwijs Institut Taman Siswa di Yogyakarta (1922), Ksatrian Institut di Bandung (1923), dan Indonesisch-Nederlandsche School (INS) di Kayutaman (1926). Semua sekolah ini berdiri sebelum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, belum berwatak tegas Nasional, dengan ciri lokal, Sektarian, atau Regional.

Adapun Perguruan Rakyat berdiri 44 hari sesudah Sumpah Pemuda, sebagai realisasi Sumpah Pemuda, dan didirikan oleh para pendukung Sumpah Pemuda yang sebagian ikut serta dalam Sumpah Pemuda pula.

Perguruan Rakyat lahir sebagai gabungan dua (2) organisasi sebelum sumpah pemuda, yaitu Poestaka Kita dan Persatoean Oentoek Beladjar. Yang pertama taman bacaan yang dipimpin oleh Mr. Sunario dan Arnold Mononutu, dan yang kedua kursus bahasa dan jurnalistik yang dipimpin oleh Sudarmo Atmodjo dan Sarah Thaib. Dalam rapat penggabungan tanggal 30 Agustus 1928 (sebelum Sumpah Pemuda) itu dibentuk badan pendidikan bernama Volksuniversiteit (Perguruan Rakyat). Tanggal 11 Desember 1928 (sesudah Sumpah Pemuda dan dengan dijiwai semangat Sumpah Pemuda) Volksuniversiteit atas usul Mr. Moh. Yamin dirombak menjadi Badan Persatoean Pergoeroean Rakjat, disingkat Pergoeroean Rakjat, dikendalikan oleh sebuah badan pengurus dengan Ketua Mr. Dr. Moh. Nazief, Wakil Ketua Mr. Sunario, dan Sekretaris I Arnold Mononutu. Karena ketiga orang ini adalah mantan tokoh Perhimpunan Indonesia yang dikenal sebagai badan nasionalisme Indonesia, maka Perguruan Rakyat pun tak lepas dari kiprah sebagai pejuang kemerdekaan.

Banyak Tokoh gerakan Kemerdekaan mengajar disekolah ini, yang dikemudian hari menjadi tokoh-tokoh terkenal diberbagai bidang --- politik, budaya, sastra, hukum --- Negara Republik Indonesia, seperti Mr. Hindromartono, Dr. Sahardjo, Mr. Moh. Yamin, Mr. Assaat, Mr. Sultan Takdir Alisjahbana, Sanusi Pane, Amir Hamzah Bungsu, Mr. Maria Ulfah, Mr. Hindromartono, Mr. Teuku Moh. Hasan, Mr. Sumanang, P.F. Dahler (Amir Dahler), Mr. Sutan Moh Rasjid dan masih banyak lagi yang lain.

Juga dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Perguruan Rakyat tidak absen. Dalam Upacara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, pengerek bendera adalah A. Latief Hendraningrat, Ketua Yayasan Perguruan Rakyat belasan tahun lamanya dan dijaman kolonial sebagai guru bahasa Inggris di sekolah-sekolah Perguruan Rakyat.

Sementara Sukarni, tokoh yang “menculik” Sukarno-Hatta dan membawanya ke Rengasdengklok, adalah juga orang Perguruan Rakyat. Karena “Penculikan” tersebut, sidang darurat Panitia Persiapan Kemerdekaan pagi tanggal 16 Agustus 1945 menjadi urung, sedang sidang resmi tanggal 18 Agustus 1945 menjadi batal, karena Proklamasi sudah dikumandangkan sehari sebelumnya, 17 Agustus 1945.

Maka tidak mengherankan, kalau dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Ali Sadikin) tanggal 10 Januari 1972 No. Cb 11/1/12/72, gedung Perguruan Rakyat di jalan Salemba Raya 33, Jakarta ditetapkan sebagai “TEMPAT PENDIDIKAN YANG BERSIFAT NASIONAL YANG PERTAMA KALI”, dan Gedung tersebut dilindungi Undang-undang.